Ririt Yuliarti Taha

Takkan selamanya kita hidup di bumi ini. Apalah artinya hidup tanpa berniat, beribadah, belajar, berusaha dan bersyukur. JANGAN takut berubah untuk menjadi lebih baik!!!

SEKOLAH-KU

Bangunanmu begitu kokoh
Memberikan kenyamanan tuk mencari ilmu
Hingga membuatku menjadi seorang yang berguna
Tak ada yang bisa kulakukan untukmu
Selain ucapan "TERIMA KASIH"
Kau tempat ku menimba ilmu
Bertemu kawan,bercanda tawa
Tempat awal mengejar cita-cita
Merakit mimpi,meraih harapan


"TERIMA KASIH SEKOLAHKU"









Sewaktu kecil kita merasakan kasih sayang yang tulus hanya dari orang tua kita, yaitu Ayah dan Ibu. Mereka yang selalu ada di samping kita, mulai keluar dari rahim sampai kita mulai beranjak remaja. Kita hanya mengenal kasih sayang antar orang tua dan anaknya. Kita hanya mengenal kasih sayang antara kakak dan adik. Tapi sekarang apa masih ada kasih sayang yang kita kenal dulu?

Jawabannya mungkin hanya sebagian kecil yang masih mengenal kasih sayang antara orang tua dan anak ataupun antara kakak dan adik. Sebagian besarnya sekarang malah lebih mengenal kasih sayang antar pacarnya. Bahkan mungkin sebagian besar lagi lebih mementingkan urusan pacarnya di bandingkan urusan keluarga. 

Ya......realita sekarang saja udah sangat jelas, kebanyakan mereka yang sudah beranjak remaja ataupun dewasa lebih mementingkan atau lebih mendahulukan kesenangannya sendiri (bersama pacar) ketimbang mendahulukan orang tuanya. Kalau di pikir orang tualah yang mengenalkan kita kasih sayang, mereka pula yang selalu ada buat kita. 

Terkadang juga seseorang mempunyai pendapat berbeda-beda. Tapi apalah arti sebuah pendapat, kalau hanya mementingkan kesenangan semata. Pernahkah kamu berpikir? Apa ia pacar akan selalu ada saat kita butuh? Apa ia pacar yang akan membiayai kita kalau sedang sakit? Apa ia pacar yang membiayai kebutuhan kita? Apa ia pacar yang memberikan kita sesuap nasi? Dan apa ia pacar yang akan selalu ada bersama kita dalam suka dan duka?

Coba deh kamu pikir.................hanya orang yang selalu berpikiran positif yang akan menjawab dengan suara yang lantang : TIDAK.............sambil air mata bercucuran dan memanggil kedua orang tuanya.

Dan hanya orang bodoh yang menjawab dengan suara kemayu-kemayu serta berbagai alasan yang dia berikan : Ya.......blblblbllblbl karna pacar...Blblblblbl

(Allllaa Bulshitt Sangat orang yang menjawab Ya)

Sesungguhnya semua itu kembali kepada individu masing-masing. Kita hanya bisa mengingatkannya tapi kita tidak bisa untuk memaksanya. It's oklah.............It's your problem

Jadi ingin tertawa sendiri, karena apa yang ku tulis semua ini hanya semata-mata ingin mengingatkan seseorang yang mungkin dulu ku anggap sebagai sahabat. Tapi sayangnya kata sahabat itu terputus sendiri, karena tingkah lakunya tidak selayaknya seorang wanita. Allahu Akbar................

Maafkan aku yah....karena mungkin bibirku ini tak sanggup mengatakan secara langsung, apalah artinya bibirku ini mengatakan secara langsung mungkin  hanya sebagai bahan ejekan. Secara kamu mungkin menganggap dirimu paling sempurna, memiliki pacar yang sayang kamu, selalu bersama-sama terus, berpakaian seperti kalangan artis dan segala macamlah.

Seandainya kita di pertemukan kawan, mungkin ku hanya bilang: ingatlah asalmu dulu................


heyyaaaa................

Tuh salah satu teriakan dari teman2 kelas ku yang pada gokil + pelawak abiz......(tukul kapang.....soq logat kendari). jiiahh............biasa diriku tertawa sendiri d'kamar...sambari ngingat2 teman2 ku yang selalu menghebohkan selalu. sampai2 kelas lain aja pda kasih jempol buat kelas. Asli Sumpah kelas XII IA 1 kelas pelawak............wkwkkwkwkwk. WARNING ! jangan sekali2 melawak kalau lawakan anda tidak lucu, atau siapkan diri untuk d'teriaki sekeras2nya.

wkwkkwkwkwkwk...................................................

Jangan heran dahhh, law kelasku tuh d'sebut kelas pelawak. Wali kelasnya aja pelawak (biasa d'panggil mama nur= mak nur)..................tuh wali kelas paling SEHATI banget ma anak2 perwaliannya. Mak Nur law gi ngomong ma kita2, seperti ngomong ma teman sendiri, akhirnya kita semua dah anggap seperti teman gitu. Pokoknya nich baru wali kelas TOPBGT dalam sejarah sekolahku.


wkwkwkwkwk( alllllaaaaa sok bgt sih diriku)

Tapi liat nih aslinya kami semua SEHATI . Lantaran sehatinya semua pada mau d'foto, kasian sangat salah seorang temanku yang kerjanya jadi tukang foto (adeknya Si Anjas kaleee= tukang foto ala2 kendari). Sumpah......Pengen gini selamanya, selalu kompak dan ceria bersama. Tapi sayangnya waktu yang akan memisahkan kita nantinya.







Kalau ngomongin tentang kelas ku XII IA 1 (DISKET) takkan ada habisnya, disana berbagai macam cerita sudah terjadi...............pokoke panjang snagat law harus d'ceritain sekaligus. Kayaknya harus d'ceritain 1 persatu deh.

Oke lah kalau beg...beg...begitu. Nanti lagi yah lanjutnya, mau belajar nich tuh persiapan TRY OUT 2 hari terakhir besok. Doain yah, moga2 tetap lancar deh. AMIN

See U. 4 my Class XII IA 1 Luph u Always................

Dan malam ini adalah puncak dari segalanya. Aku tidak boleh gagal. Aku akan mulai dengan senyum termanis biar lebih romantis.

“Buat apa pacaran! Buang-buang waktu aja. Kalo mau nikahi gue langsung.” Kalimat ini keluar dari
perempuan yang aku cintai saat memintanya jadi
pacarku.Duh! Inikah suatu penolakan? Jawaban yang benar-benar membuatku tersenyum getir. Tersenyum karena ingin berkelit dari rasa mual dan malu. Mual dengan kebodohan yang telah kulakukan (“nembak” dia). Dan malu karena ditolak. Namun, gimanapun tersenyum plus tertawanya aku, tetap saja rasa itu masih ada. Muaallu! Lagi sekali aku tulis gede-gede di dadaku, MUAL-LU.
“Elo serius mau nikah? Kita kan belum dewasa. Masih semester satu.” Mengada-ada aku bertanya dengan tampang sok serius.
“Se-ri-us siih, hmm…, nggak.” Kalimatnya terbata-bata.
“Serius serius! Nggak nggak! Jangan serius yang nggak nggak!”
Waw! Aku sengaja ngocol, Lis, biar nggak kentara
tampang maluku di hadapanmu. And… you smile too!
“Hahaha…”
Lilis Lisnawati. Ia adalah sosok perempuan anggun,
cantik, pintar, baik, dan berbagai pesona lainnya dia miliki. Suer! aku nggak berlebihan memuji dia karena dia memang layak dipuji. Bukan cuman aku yang ngakuin, tanya aja deh teman-temanku yang lain. // Andro //

Sarah segera beranjak dari kelas Ryki dengan langkah cepat sambil menahan air mata yang hendak jatuh membasahi lantai kelas itu. Sementara itu, suasana kelas menjadi ribut seperti semula. Sarah memandang kaos kakinya yang telah berwarna hitam kucal. Sudah seminggu yang lalu ia tidak mengganti kaos kakinya. Alasannya singkat saja, sudah tiga hari hujan lebat belum juga reda.
Seisi Lab-Kom pada saat itu tidak memperhatikan Sarah yang sedang asyik menukarkan kaos kakinya dengan kaos kaki Ryki. Ryki memang sangat berbeda dengan yang lain, ia adalah sesosok cowok yang sangat memperhatikan kelengkapan alat-alat sekolah, tidak seperti Sarah yang hobinya menghilangkan alat-alat tulis milik teman-teman sekelasnya. Tepatnya jam pelajaran Komputer usai, Ryki tampak uring-uringan mencari kaos kakinya, sementara di sana hanya ada Arfy dan Novia.
“Fy, lo liat kaos kaki gue nggak?” tanya
Ryki kepada Arfy.
“Enggak kok. Bukannya tadi lo selipin di
sepatu lo sendiri?” tanya balik Arfy kepada Ryki, si
pemilik hobi basket itu.
“Makanya itu Fy. Tadi perasaan, gue selipin
di sepatu. Tapi kok, malah kucel kayak gini, ya?”
tanya Ryki yang sedang sangat kebingungan itu.
“Mungkin, ketuker sama kaos kaki yang lain
kali. Terus, kalau memang ada yang nuker, siapa
dong?” Arfy lagi-lagi memberikan pendapatnya.
“Ya sih. Tapinya kan, kita nggak boleh nuduh
orang sembarangan dong.”
“Ya udah deh, terserah lo aja, Ry. Lagian,
daripada kita nyari kaos kaki lo yang nggak ketemu itu, mendingan kita balik ke kelas aja! Siapa tahu, yang lain nemuin,” ungkap Arfy sambil memegang pundaknya Ryki dengan maksud meredakan kekhawatiran Ryki yang tengah memuncak itu. Akhirnya, mereka berdua kembali ke kelas, sambil berusaha meneliti satu persatu kaos kaki siswa-siswi yang lain. Tapi sangat disayangkan, hasilnya nol. Tentu saja, hal tersebut menjadi bahan pembicaraan setiap siswa. Bukan itu saja, setiap siswa saling tuduh-menuduh antara satu dengan yang lainnya.// Arsanaida //

“Win, ke mana aja kamu selama ini?” Kugenggam erat kedua lengannya. Sebenarnya hatiku ingin sekali memeluknya, menumpahkan hasrat kerinduan ini yang telah dua tahun lamanya menyiksa batinku.

Alunan lagu rock “smoke on the water” milik group
band kenamaan, Deep purple, mengalun memenuhi
seantero kamarku. Membuat khayalanku terbang
melayang-layang, membayangkan betapa enak menjadi rocker terkenal seperti mereka. Banyak uang, dikenal orang di sentero dunia dan tentunya disuka banyak cewek-cewek cantik. Ah… kapan khayalan ini dapat menjadi kenyataan. Setiap anak band mungkin khayalannya tidak jauh berbeda dengan khayalanku.
Ya, karena khayalan ini lah, bertahun-tahun aku
tetap bertahan jadi anak band. Aku berpindah-pindah dari satu band ke band lainnya karena tak menemukan kecocokan untuk bersinerji dalam hal musik. Dan kini aku sedang giat-giatnya menciptakan lagu-lagu untuk Patih-band. Bukan itu saja, dalam Patih-Band, kadang-kadang aku mengisi vokal, duet dengan Dedi, vokalis tetap Patih-band. Karena, meski suara Dedi cukup khas dengan pibranya, tapi suaranya tak mampu tinggi. Di bagian nada yang tinggi inilah vokalku masuk.
Aku memilih bergabung dengan group band ini karena para personelnya terlihat begitu berambisi untuk menjadi musisi handal. Semoga saja spirit mereka tetap terjaga sampai kelak!
“Kak…! Kak Ratno…! Ada telpon untuk Kakak!” teriak
Dini, adikku dari lantai bawah, memecahkan
khayalanku. Bergegas aku bangkit dari ranjang dan berjalan cepat keluar kamar. Aku menerima telpon.
“Halo.”
“Huei, No, kenapa HP lo gak diaktivin?” tanya orang
diseberang yang ternyata Arip, drummer Patih- band.
“HP gue rusak, Rip. Kemarin terjatuh saat gue asik
sms-an. Ada apa nih? Tumben-tumbenan pagi-pagi
nelpon.”
“Ada khabar baik nih, No.” Dari suaranya Arip
terdengar bahagia.
“Kabar baik apa dan untuk siapa?” tanyaku penasaran.
 
“Ya, untuk band kita lah. Masa untuk tetangga sebelah” suara Arip terdengar bersemangat.
“Nanti malem Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi menggelar ‘Malam Kesenian’ di Gedung Kesenian. Acara ini akan dimeriahkan berbagai pentas kesenian dari provinsi-provinsi lain. Dalam acara ini pula akan dihadiri para seniman besar dan para pejabat setempat.”
“Terus, terus apa kabar baiknya untuk band kita?” aku masih belum menangkap maksud pembicaraan Arip.
“Aduh… elo itu segitu tulalitnya, ya! Kabar baiknya itu group band kita diundang untuk membuka acara ini!”
“Ah, elo jangan bercanda Rip,” tukasku tak percaya.
“Ye… No… masa elo enggak percaya sih ama gue….”
“Elo berani sumpah?”
“Suer! Deketin mata elo ke gagang telpon, nih gue angkat dua jari gue sebagai tanda sumpah gue,” ujar Arip setengah bercanda.
Baru juga sekitar dua bulan group ini dibentuk, sudah dapat undangan untuk membuka acara kesenian yang tergolong besar ini. Ini pasti karena berita di koran harian lokal tentang group band kami yang meyabet juara satu dalam festival band yang disponsori perusahaan rokok.
“Ini kesempatan untuk kita mensosialisasikan Patih- band di hadapan para seniman besar negeri ini, sekalian ajang untuk kita unjuk kebolehan lagu-lagu ciptaan kita!” aku jadi terbawa semangat.
“Gue juga berfikir seperti itu No. Udah deh baiknya elo datang ke base camp. Kita latihan. Tejo, Dedi, dan Tatang udah gue hubungi.”
“Oke gue mandi dulu Rip.” Kututup sambungan telponku. Kemudian aku segera ke kamar untuk mengambil handuk. Kabar baik ini ternyata dapat mengalahkan rasa malasku untuk mandi pagi.
Para penonton yang terdiri dari para undangan dan umum, duduk menempati kursi-kursi yang telah disediakan panitia. Riuh tepuk tangan berkumandang di akhir lagu pertama yang kami bawakan. Dalam lagu berirama rock ini, aku duet vokal dengan Dedi. // RG.KK//

Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih dikenal dengan Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah Ibu Negara ke enam Republik Indonesia sejak suaminya Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat pada tanggal 20 Oktober 2004.

Lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952 sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Alm) dan Hj. Sunarti Sri Hadiyah. Beliau menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 Juli 1976, waktu Pak SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik. Pernikahan Ibu Ani dan Pak SBY ini tergolong unik. Pernikahan itu berlangsung bersamaan dengan pernikahan kakaknya, Wrahasti Cendrawasih dengan Erwin Sudjono, dan adiknya Mastuti Rahayu dengan Hadi Utomo. Keduanya ini juga perwira TNI yang juga baru lulus.

Selain sebagai Ibu dari seluruh anak-anak Indonesia, Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah ibu dari dua putra, Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono (menikah dengan Annisa Larasati Pohan tahun 2005 lalu) yang sekarang sedang sekolah bidang Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan Curtin University of Technology, Perth - West Australia dengan dua gelar kesarjanaan Bachelor of Commerce Finance dan Electronic Commerce).

Bagi banyak orang yang mengenal beliau , Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah wanita yang sangat cerdas dan lugas. Sempat menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga memutuskan meninggalkan sekolah dan menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 1976. Tetapi dengan semangat "It's never too late to learn", Ibu Ani melanjutkan kuliahnya di Universitas Merdeka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik di tahun 1998.

Sederetan aktifitas di bidang politik dan sosial sudah pernah dijalaninya. Ibu Ani pernah memegang jabatan politik sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan sangat aktif selama kampanye pemilihan presiden di tahun 2004 lalu, dimana Pak SBY dipilih rakyat secara langsung untuk jadi Presiden RI.. Beliau juga aktif dalam kegiatan sosial di Persit Kartika Chandra Kirana (Persatuan Istri Tentara), Dharma Pertiwi, dan Dharma Wanita selama Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Pemerintahan Megawati.

Segera setelah menjadi Ibu Negara, Ibu Ani langsung memberikan perhatian serius pada persoalan-persoalan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Beliau berada di depan pada kampanye imunisasi polio, dan mempelopori Mobil Pintar, dimana anak-anak dapat belajar sambil bermain tanpa harus berjalan jauh dari rumahnya. Ketika bencana gempa bumi dan tsunami mendera NAD dan Nias, Ibu Ani segera mengorganisir bantuan untuk anak-anak yang kehilangan orang-tuanya. Beliau pula yang terdepan mengulurkan tangan ketika kelaparan menimpa warga Yahukimo di Papua.

Ibu Ani menyukai membaca dan berkebun terutama tanaman anggrek. Beliau sangat senang saat bisa membacakan cerita atau puisi kepada anak-anak. Dan menikmati menulis berbagai pengalaman dan pengamatan beliau tentang warga dan bangsanya.

Lencana Facebook Radio Youngsters 105 FM Kendari

About Me

Foto saya
Nama saya Ririt Yuliarti Taha. Anak dari bapak Drs. H. Taha Taora dan ibu Dra. Hj. Rosmawati Ibrahim, SST, MS. Saya anak ketiga dari 3 bersaudara. Mempunyai kakak pertama seorang cewek dan kakak kedua seorang cowok. Pendidikan mulai dari TK Wulele Sanggula Kendari, SDN 39 Kendari, SMPN 1 Kendari, SMAN 1 Kendari dan sekarang terdaftar menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo Kendari. Dari kecil sampai sekarang selalu dikendari, hal ini sebabkan karena orang tua yang tak ingin saya jauh dari mereka. Ibu selalu mengajarkan saya untuk mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain, sedangkan bapak membuat saya selalu bergantung kepadanya. Tapi itu semua mengajarkan saya bisa mengambil hal positif dari setiap yang saya jalani. FALSAFAH HIDUP Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta(Khalil Gibran)

Pengikut